Song

Minggu, 05 Oktober 2014

Materi Field Trip Part 1

Haii Guyss !!!


Di Posting-an kali ini saya akan membagikan materi yang diberikan pada saat field trip di Kampung Betawi :) Awalnya saya pikir materi ini tidak harus dimuat di blog, tapi ternyataa harusss hahahaa 

Langsung ajaaa yahhh guys !!!!

Manusia dan Etos Kerja

Latar belakang dan sejarah

1.   Masyarakat Yunani dan Abad Pertengahan 

Pada masa Yunani kuno, kerja atau pekerjaan kurang mendapat
perhatian. Menurut Plato : jiwa manusia memiliki struktur yang
menyangkut 3 hal (rasionalitas atau pikiran, keberanian dan 
einginan atau kebutuhan) dimana yang tertinggi adalah rasionalitas
atau pikiran yang dihubungkan dengan 3 pembagian kelas yaitu:
1.     Para penasihat
2.     Para pembantu atau militer
3.     Para penghasil ( petani, pengusaha , tukang kayu, niagawan, dsb.)

Segala aktivitas yang bersumber pada akal budi adalah yang dengan
peringkat paling tinggi sedangkan yang paling rendah adalah para
penghasil yang sumber kegiatannya berasal dari keinginan
kebutuhan.

Menurut Aristoteles : kerja yang menggunakan / berhubungan
dengan tubuh adalah kerja para “budak” dan orang bebas baginya 
adalah orang yang menggunakan pikirannya untuk bertindak, bukan
yang mengandalkan tubuhnya

Yang berharga adalah aktivitas intelektif atau berpikir ( manusia
sebagai animale rationale)

2.   Masyarakat reformasi dan Industrialisasi

Pada masa protestanisme dan industrialisasi, kerja mulai dianggap sebagai sesuatu yang penting, Pada masa protestanisme:
  • Marx Weber : kerja adalah sarana untuk mengembangkan pribadi dan duni serta sarana bagi keselamatan jiwa.
  • Calvin : kerja sebagai ungkapan rasa memiliki terhadap kerjaan surge
Pada masa industrialisasi :

Kerja tidak dilihat lagi sebagai kerangka religious tapi sebagai kerangka humanisasi dan manusia mulai sadar dan mengakui dirinya sebagai subjek


Pandangan beberapa tokoh

1.     John Locke
-         Pekerjaan menciptakan hak alamiah
-         3 argumen dasar Locke tentang kerja sebagai suatu hal yang mendasar bagi manusia :
  • kelekatan kerja pada tubuh manusia (kerja = hukum kodrat)
  • kerja merupakan perwujudan diri manusia (mns membebaslan dirinya dari ketergantungan terhdap alam , otonom)
  • kerja berkaitan dengn hidup (satu – satunya jalan untuk mempertahankan hidup = kerja)


2.     Adam Smith

-         Seluruh kebudayaan = hasil dari pekerjaan mns
-         Ada 2 jenis pekerjaan :
       1.     Pekerjaan yang produktif (kaum tani,buruh)
       2.     Pekerjaan yang tidak produktif (prajurit,politisi,ahli hukum)
-         Tiga alasan pentingnya pembagian kerja :
  • Meningkatkan keajianan yang berdampak pada perbaikan
  • kondisi hidup pekerja dan masyarakat ke arah yang lebih baik
  • Penghematan waktu
  • Mendorong dan penimbulan penemuan mesin – mesin baru yang mempermudah dan menghemat tenaga kerja

3.  George Wilhelm Friedrich Hegel
-   Pekerjaan = keseluruhan konteks kegiatan mns
-   Kerja merupakan sesuatu yang dinamis (mns menemukan diri apabila menyadari sepenuhnya apa yang dikerjakannya)
-   Kerja = peran utama dalam pengungkapan pribadi manusia dimana mns sadar dirinya akan subjek

  Bentuk kesadaran ada 2 :
    1.     Kesadaran akan keakuan manusia secara negative
    2.     Kesadaran bahwa tanpa objek, manusia tidak memiliki kesadaran

4.  Karl Marx
  • pencapaian kenyataan manusia hanya bisa terjadi melalui pekerjaan
  • keterkaitan kerja dengan aspek social dan histori
  • kerja mengungkapkan dimensi social (hasil – hasil karya mns tidak saja dinikmati sendirinya tapi juga dirasakan oleh orang lain dari berbagai zaman yang berbeda


Sejarah kerja
Sekitar 2600 tahun yang lalu di Yunani
- Hesiodotus : kerja adalah isi utama dari kehidupan manusia
Di Erope pada abad ke 14
- Para Rahib Benediktin bekerja di lading dan saawah bergantian   dengan mereka berdoa. Kerja tangan sama sucinya seperti orang berdoa
- Plato, berbagai mcam level manusia sesuai dengan pekerjaannya:
  1.     Pada masa perbudakan : kerja merupakan perubahan derajat /   strata mns
  2.     Sisi lain : kerja adalah sesuatu yang rendah

Pada abad 17 dan 18
-         John Locke : pekerjaan merupakan sumber untuk memperoleh hak milik pribadi
-         Hegel : pekerjaan membawa mns menemukan dan mengaktualisasikan dirinya
-         Karl Marx : pekerjaan merupakan sarana mmns untuk menciptakan diri, pengakuan dari bekerja


 Hakikat kerja
  i.         Definisi Kerja :
Wadah bagi pembentukan diri mns dalam membangun dunianya

H. Arvon menyebutkan 3 faktor yang menilai apakah sebuah kegiatan dapat disebut kerja atau tidak :
1.     Keterlibatan dimensi subjek secara intensif
2.     Hasil yang bermanfaat
3.     Mengeluarkan energy

Kerja / pekerjaan : segala kegiatan yang direncanakan, melibatkan pikiran dan kemauan yang sunugguh – sungguh serta memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai

  ii.            Kerja manusia vs kerja Hewan

Perbedaannya :
-         Jenis energy yang dikerahkan
Hewan : energy fisik
Manusia : energy psikis & energy spiritual

-         Hasil kerja
Hewan : untuk keperluan self survival & kebutuhan biologisnya
Manusia : lebih dari sekedar kebutuhan psikisnya, juga kebutuhan spiritualnya

-         Dorongan kerja
Hewan : dr naluri
Manusia : manusia menentukan diri di dalamnya, punya pilihan – [ilihan alat bekerja

  iii.            Dua elemen kerja
-         Elemen subjek : potensi / kekuatan yang melekat dalam diri manusia
-         Elemen objek : pendukung untuk merealisasikan pikiran, rencena serta kehendaknya

  iv.            Peran istimewa tangan
       Keistimewaan tangan :
       1.     Posisi vertical tubuh manusia : bebas dan dinamis
       2.     Kekayaan fungsi tangan :
    o   membagi, memegang dengan kuat, mendorong dan menarik
    o   menghadirkan apa yang ada di dalam pikiran seseorang
    o   berhubungan dengan inteligensi
       3.     Bersifat personal dan social : menghubungkan manusia dengan
             manusia lain secara bebas

  Tiga dimensi kerja
   a .      Dimensi personal
   Lewat kerja :
     -         mns menunjukkan nilai kemanusiaanya
     -         mns membuktikan diri sbg manusia
     -         mengungkapan keuinkan dan totalitas diri setiap pribadi

   b.     Dimensi social
     -         Kerja sebagai sarana perwujudan kepedulian setiap pribadi kepada
           orang lain
     -         Pekerjaan merupakan jembatan antara umat manusia dari satu
           zaman
     ke zaman berikutnya (aspek historis)

   c.      Dimensi etis
       Nilai – nilai etis yang dikandung atau dituntut dalam kerja :
       1.     Keadilan
       2.     Tanggung jawab
       3.     Kejujuran

   Etos kerja
   -         Menurut Usman Pelly :
         Etos kerja : sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri
         yang disadari oleh system orientasi nilai budaya terhadap kerja
   -         Menurut Toto Tasmara :
         Etos kerja : totalitas kepribadian dirinya serta carnya
         mengekspresikan,
         memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang
         mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal
         sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara
         manusia dengan mahluk lainnya dapat terjalin dengan baik.
         Hal – hal penting yang berhubungan dengan etos kerja :
           1.     Orientasi ke masa depan
           2.     Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu
           3.     Tanggung jawab
           4.     Hemat dan sederhana
           5.     Persaingan sehat
   -         Secara umum :
         Etos kerja : alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu
                              sebagai seorang pengusaha atau manajer
   -         Menurut A. Tabrani Rusyan
         Fungsi etos kerja :
            1.     Pendorong timbulnya perbuatan
            2.     Penggairah dalam aktivitas
            3.     Penggerak

    Cara menumbuhkan etos kerja
    1.     Menumbuhkan sikap optimis
    2.     Jadilah diri anda sendiri
    3.     Keberanian untuk memulai
    4.     Kerja dan waktu
    5.     Konsentrasi dan focus pada pekerjaan

   Kerja bermartabat
    -         Pengertian secara umum : komitmen setiap organisasi untuk
          membangun lingkunga kerja yang kondusif dan positif sedemikian
          rupa sehingga terbangun hubungan kerja yang manusiawi
    -         Hak seorang pekerja dalam lingkungan kerja yang bermartabat :
          1.     Diperlakukan secara bermartabat
          2.     Bekerja dalam lingkungan atau suasana kerja yang bebas dari
                kekerasan dan pelecehan
          3.     Bebas dari ketakutan dan diskriminasi
          4.     Menerima penghargaan atas keterampilan dan kemampuan
                profesionalnya
          5.     Menerima penghasilan yang layak
   -         Menurut Kasdin Sitohang :
         Manusia tidak sekedar bekerja (labour) tetapi juga berkarya dan
         mewujudkan dirinya secara utuh
   -         Kesimpulan :
         Kasdin mengatakan bahwa kode etik profesi dapat diandalkan
         sarana /prinsip – prinsip moral (prinsip kejujuran, tidak berperilaku
         buruk, tidak melanggar hukum, berperilaku adil dan proporsional)
         untuk mewujudkan kerja bermartabat

    Etos kerja di Jerman: Mittelstand
     -         10 tahun lalu perusahaan – perusahaan Jerman menolak untuk
           melakukan investasi finansial di bursa-bursa saham untuk meraup
           keuntungan secara cepat dan masih giat memproduksi berbagai
           bentuk barang (kuno dan konservatif)
     -         Saat Eropa krisis hutang, ekonomi Jerman surplus, ekspor
           meningkat dan angka pengangguran terendah
     -         Rahasianya : Mittelstand (kelas menengah), yaitu etos kerja radikal,
          spesialisasi, familiaritas, kejujuran, konservatisme keuangan,
          investasi pada manusia, dan pemerintah yang kompeten

         Etos kerja dan spesialisasi
       -         Semboyan terkenal : “Work hard, play hard” (etos kerja radikal)
             Pentingnya pemisahan kehidupan kerja yang professional dan
             kehidupan pribadi
       -         Salah satu kunci keberhasilan ekonomi Jerman : spesialisasi
             produk
            dari setiap daerah yang sesuai dengan kekhasan mereka masing-
            masing
    Familiaritas dan Konservatisme
    Contoh perusahaan – perusahaan dengan bisnis Mittelstand :
       1.     Pabrik sepatu Meindl :
             Kekeluargaan yang tidak merusak produktivitas, malahan
             perusahaan ini eksportir besar sepatu ke Eropa dan AS
       2.     Pabrik mobil Audi :
             Familiaritas antar pekerja maupun dengan pemimpin, dampaknya
             perusahaan ini bermutu tiinggi dan berorientasi internasional
         
          Kesimpulan : pabrik – pabrik yang menerapkan kebijakan jujur dan konservatif yaitu tidak mau mendapatkan uang cepat karena bermain saham, menipu bank. Juga yang menggunakan prinsip Mittelstand yang walaupun terkesan kuno namun mampu menggiring perusahaan – perusahaan tersebut berhasil.

Peran pemerintah
-         Pemerintah jerman yang amat birokratis dan semi paranoid demi alasan keamanan dan untuk melindungi orang orang yang ingin meminjam uang di bank sehingga mereka tidak terlilit hutang yang tidak mampu dibayarnya nanti

Kesimpulan keseluruhan tentang Jerman :

Etos kerja radikal, spesialisasi kerja dan produksi, familiaritas dan kejujuran, konservatisme keuangan, investasi pada manusia dan pemerintah yang kompeten adalah roh dari Mittelstand Jerman yang membuat Negara kecil tersebut bertahan di tengah krisis – krisis finansial dunia.

Pertemuan 9

Jumat,3 Oktober 2014

Eksistensialisme menurut Kinkegaard


Apa itu EKSISTENSIALISME ?


  • Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.  Jiwa eksistensialisme adalah pandangan manusia sebagai eksistensi.
  • etimologi  Ex = keluar, sistensia (sistere) = berdiri. Jadi eksistensialisme yaitu manusia bereksistensi yang maksudnya adalah  manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan cara keluar dari dirinya.
  • pusat diri sendiri adalah dirinya sendiri.
  • hanya manusia yang bereksistensi. Tumbuhan dan hewan tidak bereksistensi.
  • eksistensi tidak bisa disamakan dengan berada

Eksistensialisme jika dilihat dari segi isi merupakan gaya berfilsafat,bukan suatu kesatuan.

Tokoh-tokoh eksistensialisme :
Kierkegaard
Edmund Husserl
Martin Heidegger
Gabriella Marcell
Dll


Ciri-ciri :

  • motif pokok adalah eksistensi cara manusia berada
  • bereksistensi diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, dan merencanakan.
  • manusia dipandang terbuka,belum selesai (manusia penuh misteri).
  • memberi penekanan pada pengalaman konkret.
About Kierkegaard
Soren Aabye Kiekegaard lahir di Kopenhagen,Denmark. Kiekegaard lahir pada tanggal 15 Mei 1813. Pada tahun 1849 kembali ke agama kristen. Meninggal pada tahun 1855 sebagai orang yang religius dan dipandang sebagai tokoh gereja.

Pokok-pokok ajaran Kierkegaard
Kierkegaard memberikan kritik kepada Hegel: Kierkegaard memandang Hegel sebagai pemikir besar, tp satu hal yg dilupakan Hegel yang menurut Kierkegaard adalah eksistensi menusia individual dan konkret. Manusia tidak dapat dibicarakan ‘pada umumnya’ atau ‘menurut hakekatnya’, karena manusia pada umumnya tidak ada yang ada itu adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan. Manusia itu eksistensi. Eksistensi berarti bagi Kierkegaard merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya. Hanya manusia bereksistensi, karena dunia, binatang dan sesuatu lainnya hanya ‘ada’. Juga Tuhan ‘ada’. Tapi manusia harus bereksistensi, yakni menjadi (dlm waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi).

Ada tiga cara bereksistensi: tiga sikap terhadap hidup, yaitu: sikap estetis, sikap etis dan sikap religius.
  • Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yg dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Manusia harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.
  • Sikap etis: Sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya. 
  • Sikap religius: Berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian. 

Manusia menjadi seperti yang dipercayainya
Pernyataan Parmenides hingga Hegel: ‘Berpikir sama dengan berada’ ditolak oleh Kierkegaard, karena menurutnya ‘percaya itu sama dengan menjadi’. Disini dan kini manusia percaya dan menentukan bagaimana dia akan ada secara abadi. Manusia memilih eksistensinya entah sebagai penonton yang pasif, atau sebagai pemain/individu yg menentukan sendiri eksistensinya dg mengisi kebebasannya.

Waktu dan Keabadian
Setiap orang adalah campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan. Manusia adalah gerak menuju Allah, tapi juga terpisah/terasing dari Allah. Manusia dapat menyatakan YA kpd Tuhan dlm iman, atau mengatakan TIDAK. Jika ia mengatakan YA, ia akan menjadi yang ia ada. Manusia hidup dalam dua dimensi sekaligus: keabadian dan waktu. Kedua dimensi itu bertemu dalam ‘saat’. Saat adalah titik dimana waktu dan keabadian bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu ‘loncatan’ dr waktu ke keabadian.

Subyektivitas dan eksistensi sebagai tugas
 Eksistensi manusia bukan sekadar suatu fakta, tapi lebih dari itu. Eksistensi manusia adalah tugas, yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu. Bila eksistensi suatu tugas, ia harus dihayati sebagai suatu yang etis dn religius. Eksistensi sebagai tugas disertai oleh tanggungjawab. Tidak seperti berada dalam massa, eksistensi sejati memungkinkan individu memilih dan mengambil keputusan sendiri. Untuk itulah Kierkegaard menganggap subyektivitas dan eksistensi sejati itu suatu tugas.

Publik dan individu
Pendapat umum kerap didukung oleh khalayak ramai yg anonim belaka. Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu dianggap nyata. Orang sering berusaha menggabungkan diri dalam kelompok dengan mengumpul tanda tangan. Ini bukti orang itu tidak berani tampil sendiri secara berarti. Mereka itu orang-orang lemah. Mengandalkan diri pada kekuatan numerik. Ini adalah kelemahan etis. Kierkegaard bukan menolak adanya kemungkinan bagi manusia untuk bergabung dengan yang lain. “Hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama dapat disarankan. Kalau tidak, penggabungan individu yang lemah sama memuakkan seperti perkawinan antara anak-anak”



Eksistensialisme menurut Jean Paul Sartre

Apa itu ‘eksistensialisme’?
 Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.  Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sbg eksistensi. Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya. Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukkan diri dg apa yang diluar dirinya.

 Hanya manusialah bereksistensi. Eksistensi tidak bisa disamakan dengan ‘berada’. Pohon, anjing berada, tapi tidak berseksistensi.  Eksistensialisme dari segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat.Sulit menyeragamkan defenisi mengenai eksistensialisme, karena adanya perbedaan pandangan mengenai eksistensi itu sendiri. Namun satu hal yang sama: filsafat haurs bertitik tolak pada manusia konkrit, manusia sebagai eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.

Beberapa tokoh filsafat yang menganut gaya eksistensialisme, a.l.: Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre, dll.


Ciri Eksistensialisme
  • Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
  • Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
  • Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya.
  • Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.
About Jean Paul Sartre
Lahir di Paris 1905. Pada tahun1929 menjadi guru. Sartre dosen filsafat di Le Havre tahun 1931-1936. Saat 1941 menjadi tawanan perang. Tahun 1942-44 dosen Loycee Pasteur. Sartre banyak menulis karya filsafat dan sastra.

Pemikiran filsafat Sartre
Sulit menjabarkan pemikiran filsafat Sartre secara singkat. Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran. Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaannya sekaligus berarti esensinya.  Bagi manusia eksistensi mendahului esensi. 

Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab. Tanggungjawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggungjawab terhadap diri kita sendiri. Dibedakan ‘berada dlm diri’ dan ‘berada untuk diri’. Berada dalam diri = berada an sich, berada dalam dirinya, berada itu sendiri. Mis. meja itu meja, bukan kursi, bukan tempat tidur. 

Semua yang berada dalam diri ini tidak aktif. Mentaati prinsip it is what it is. Maka bagi Sartre segala yang berada dalam diri: memuakkan. Sementara berada untuk diri = berada yg dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Manusia punya hubungan dg keberadaannya. Bertanggungjawab atas fakta bhw ia ada. Mis. Manusia bertanggungjawab bhw ia pegawai, dosen. Benda tdk sadar bhw dirinya ada, tp manusia sadar bhw dia berada. Pd manusia ada kesadaran.

Biasanya kesadaran kita bukan kesadaran akan diri, melainkan kesadaran diri.
 Baru kalau kita scr refleksif menginsyafi cara kita mengarahkan diri pd objek, kesadaran kita diberi bentuk kesadaran akan diri.Tuhan tdk bisa dimintai tanggungjawab . Tuhan tdk terlibat dlm putusan yg diambil oleh manusia. Manusia adalah kebebasan, dan hanya sbg makhluk yg bebas dia bertanggungjawab.
Tanpa kebebasan eksistensi manusia menjadi absurd. Bila kebebasannya ditiadakan, maka manusia hanya sekedar esensi belaka. Baru kalau kita scr refleksif menginsyafi cara kita mengarahkan diri pd objek, kesadaran kita diberi bentuk kesadaran akan diri.

Tuhan tdk bisa dimintai tanggungjawab . Tuhan tdk terlibat dlm putusan yg diambil oleh manusia. Manusia adalah kebebasan, dan hanya sbg makhluk yg bebas dia bertanggungjawab.
Tanpa kebebasan eksistensi manusia menjadi absurd. Bila kebebasannya ditiadakan, maka manusia hanya sekedar esensi belaka.

Apakah yang mengurangi kebebasan manusia?

 Beberapa kenyataan (kefaktaan) yg mengurangi penghanyatan kebebasan:
  1. Tempat kita berada: situasi yg memberi struktur pd kita, tp juga kita beri struktur.
  2. Masa lalu: tdk mungkin meniadakannya krn masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini
  3. Lingkungan sekitar (Umwelt).
  4.  Kenyataan adanya sesama manusia dg eksistensinya sendiri.
  5. Maut: tdk bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.

Walaupun kefaktaan ini melekat dlm eksistensi manusia, tapi kebebasan eksistensial tdk bisa dikurangi/ditiadakan.

Ketubuhan manusia
 Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelama sbg wujud yg bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia. Tubuh sbg pusat orientasi tdk bisa dipandang sbg alat sematamata,tp mengukuhkan kehadiran kita sbg eksistensi.

Komunikasi dan cinta
  • Komunikasi = suatu hal yg apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, krn setiap kali org menemui org lain pd akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yg seorg seolah2 membekukan org lain.  Terjadi saling pembekuan shg masing2 jadi objek.
  • Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa krn objektifikasi yg tak terhindarkan.
Sumber : PPT KBK Filsafat fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Kamis, 02 Oktober 2014

Field Trip

Haiiii Guysss !!!!!!!!!!!!!!!!
hari ini Kamis, 02 Oktober 2014 saya mau bagiin pengalaman yang saya dapetin hari ini hahaha
Langsungg aja yahhhh :)

Hari iniii saya dan teman-teman saya ( Fakultas Psikologi 2014) field trip ke kampung Betawii. Kami disuruh datang ke kampus paling telat jam  6.45 pagii tapi ternyata banyak yang masihh ngaret jamnya. Tujuan kami ke sana adalah untuk mengetahui tentang seni dan kebudayaan Betawi lebih banyak lagi. Sebelum kami berangkat kami dikasih sebuah materi oleh Pak Raja. Kami menggunakan 3 bus yang berkapasitas 50 orang lebih dalam 1 bus.

Saat tiba di sana, kami di briefing dulu sama para dosen tentang apa saja yang harus kami lakukan di sana.  Karena sampai di Kampung betawinya udah jam 11an jadinya sehabis di briefing kami lgsg makan siang dan melakukan tugas yang sudah diberikan kepada masing-masing kelompok.

Kamii memulai dengan menginterview seorang bapak yang berprofesi pada tukang perahu bebek ( ga tau harus sebut apa). Kami menanyakan nama, umur, berapa lama menekuni profesi terebut,suka dan duka, agama, dan nilai-nilai kehidupan yang dialami. Semua pertanyaan itu di tanyakan kepada semua pedagan/penjual yang ada.

Tidak hanyaa itu !
Kami juga menginterview seorang bapak yang bertugas sebagai Humas kebudayaan Betawi. Kami bertanya banyak hal yang berhubungan dengan kebudayaan Betawi. Lewat jawaban beliau kami semakin mengetahui dan mengenal seni dan budaya Betawi. Serta tadi kami disuruh menginterview TNI yang sedang berlatih. Awalnya saya takut untuk bertemu dengan TNI-TNI tersebut, tetapi demi nilai kami melakukannya. Kami mengambil kesempatan yang ada untuk berfoto di perahu karet yang mereka gunakan untuk latihan.

Hari inii pokoknyaaaa jadi hari yang seru dannn super duperr melelahkannn hahahahaha

ohh yaaa saya mau share foto-foto kamiiii :)






Selasa, 30 September 2014

Pertemuan 8


Jumat, 26 September 2014

Manusia dan Afektivitasnya

Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

Manusia dapat dibedakan dengan tumbuhan karena manusia memiliki afektivitas. Afektivitas adalah sesuatu yang membuat manusia menjadi "berada" di dunia karena mendorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan kreatif. Afektivitas juga lah yang memperdalam cara hadir kita di dunia ini.

Disposisi (pendapat) afektif dasar subjek terhadap objek adalah kehidupan afektif berputar pada2 kutub yang saling bertentangan satu sama lain dan mengarah kepada objek karena menyukainya, atau berpaling karena menganggapnya buruk. Pada intinya, cinta adalah afektivitas paling dasariah. Sikap yang diambil afektivitas berhadapan dengan objek adalah yang dianggap berguna, subjek mencintainya (cinta utilitaris atau bermanfaat).

Sikap subjek juga ditentukan secara afektik oleh objeknya. Hal tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu perasaan dan emosi. Perasaan dan emosi merupakan keadaan / cara yang berbeda menurut bagaimana subjek dapat menguasai objek tertentu. Menurut Thomas Aquinas, keadaan dan cara berbeda-beda tersebut adalah "Hasrat-hasrat jiwa". Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas disebut "suasana hati". Suasana hati akan menjadi baik apabila kemampuan bekerja baik pula.



Apa yg bukan perbuatan afektif

Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan-perbuatan. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa, padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yg spiritual.

Apa yg merupakan perbuatan afektif ?

       Hidup afektif atau afektivitas = seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
       Perbuatan afektif sedikit mirip dg  ‘perbuatan mengenal’ krn dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dg ‘perbuatan mengenal’ krn perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.

Kondisi afektivitas manusia

·         Perlu suatu ikatan kesamaan antara S dan O perbuatan afektifnya
·         Kesenangan dari cara afektif harus dicurigai ? bersatulah dalam pikiran dan perasaan denngan apa yg baik bagi kita. Kesenangan -> Perasaan yang dialami S bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik

Catatan cinta akan diri, sesama dan Tuhan

Cinta akan dirinya sendiri sering dianggap oleh banyak orang sebagai egoisme. Egoisme adalah menolak perhatian otentik kepada orang lain dan hanya mengambil keuntungan dari orang lain. Padahal, mencintai diri sendiri hanya akan dapat ditemukan apabila orang tersebut dapat mencintai orang lain secara sungguh-sungguh.


Mencintai Tuhan bukan berarti kita mengasingkan diri dari diri kita sendiri. Hal ini dikarenakan Tuhan tidak pernah melawan kita. Tuhan adalah sesuatu yang transenden atau melampaui kita, namun juga imanen yaitu sangat dekat dengan kita. Menurut St. Agustinus, Tuhan adalah pangkal dari kepribadian kita dan merupakan dasar semua manusia untuk berkomunikasi.  Semakin kita dekat dengan orang lain, makan kita akan semakin dekat dengan Tuhan.




Kebebasan



Jiwa dan Badan
  • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
  • Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas
  • Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas
  • Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme


sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan” (Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960)
Artinya, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia

Pandangan Determinisme
adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.

Berikut adalah berbagai pandangan dan juga aliran mengenai determinisme :
1.    Determinisme fisik-biologis
2.    Determinisme psikologis
3.    Determinisme sosial
4.    Determinisme teologis

Kebebasan sebagai Bagian dari Eksistensi Manusia
Menurut padangan Immanuel Kant tentang kebebasan dan kehidupan moral, perbuatan moral ada pada kebebasan itu sendiri. Hal ini dikarenakan adanya tanggung jawab karena kehidupan tidak berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab.

Apa Arti Kebebasan?
Secara umum, kebebasan adalah ketika tidak adanya hambatan, paksaan, halangan, dan aturan. Namun, apabila ditelaah secara khusus, kebebasan tersebut dinamakan kebebasan eksistensial.
Menurut proses Filsuf Whitehead, kebebasan eksistensial adalah penyempurnaan diri dan  kesanggupan memilih dan memutuskan. Hal tersebut ditegaskan oleh  Franz Magnis-Suseno yang mengatakan bahwa ada kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan yaitu kebebasan dan hak-hak dasar.

Jenis-Jenis Kebebasan :
a) Kebebasan Horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dankebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
b) Kebebasan Eksistensial (Kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain) kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif.

Nilai humanistic dalam kebebasan eksistensial :
-    Melibatkan pertimbangan
-    Mengedepankan nilai kebaikan
-    Menghidupkan otonomi
-    Menyertakan tanggung jawab

4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
a.  Menyertakan pengertian
b.  Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
c.  Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
d. Terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena :
  • Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib” dan “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tidak ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya.
  • Menurut pemikiran Yunani, manusia ialah bagian dari alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya.
  • Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis.
Jaman – jaman yang ada dalam sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan :
i.   Zaman Abad Pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
ii.  Zaman modern (percaya akal budi), perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
iii  Era Kontemporer (pascamodern), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
iv. Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri.

Sumber : PPT KBK Filsafat Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Jumat, 26 September 2014

Apakah manusia itu bebas ?

Haiii guysssss !!!! 
Dalam pertemuan pada tanggal 26 september 2014 yang lalu, menjadii pertemuan yah cukup seruuuu karenaa membahas tentang kebebasan. Walaupun sayaa saat kelas sedikitt ngantukk tapii masih bisa mengikuti kelas dengan baikk.

Di akhir pertemuan kami diminta untuk memberi pendapat dan pandangan masing-masih terhadap pertanyaan “Apakah Manusia itu bebas?” Jadi, berikut ini akan saya beri tahu apa yang menjadi pendapat saya tentang kebebasan manusia.

Sebagai manusiaa tentu kita sudah tau apa itu kata bebas,dan kata bebas tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Tapii masih banyak belum tau apakah sesungguhnya manusia itu bebas ?
Setiap orang memiliki arti kebebasannya masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa manusia selalu bebas karena dia dapat menentukan kemauan hidupnya sendiri. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu senantisasa terikat dan tidak sepenuhnya bebas. Saya sendiri berpendapat bahwa, manusia itu bebas tapi kebebasannya itu masih memiliki batasan. 
Yang saya maksud dengan bebas di dalam suatu batasan yaitu manusia tidak sepenuhnya terikat dan tidak juga sepenuhnya bebas. Ada tingkatan di mana manusia itu bebas dan manusia itu terikat. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa tidak ada yang mampu memaksa manusia melakukan sesuatu, oleh karena itu maka manusia itu bebas. Tetapi, pada kenyataannya kita sebagai manusia dikelilingi oleh batasan dan peraturan. 

Jadi,menurut saya manusia itu tidak sepenuhnya bebas karena masih ada batasan-batasan dan aturan yang melingkupi manusia. Batasan tersebut ada yang dibuat oleh manusia dan ada yang telah ditetapkan oleh alam dan ataupun aturah dari Tuhan.

Kamis, 25 September 2014

Pertemuan 7

Haiiiii semuaaa.....

Hari ini, 25 September 2014 adalah hari yang sangat beratt hahaha kenapa? karenaa hari ini adalah hari di mana UTS Filsafat -,- *curhat dikit hahaha
HAri ini juga adalah hari yang lumayan menyenangkan karena materi hari ini sangat sedikit dibandingkan dengan materi sebelumnya hahaha

langsung aja deh yah klo gituuu saya akan membahas materi hari ini :)

Filsafat Manusia : Jiwa & Badan

Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang.

Monoisme
Monoisme adalah aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. 3 unsur bentuk aliran :

  • meterialisme : materi sebagai dasar segala hal
  • teori identitas : ,emgakui aktivitas mental manusia
  • idealisme : ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan norma.
Dualisme
Dualisme merupakan badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaan itu ada di dalam objek dan pengertian. Ada empat caban,yaitu :
  • interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
  • okkosionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam hubumgan badan dan jiwa
  • pararelisme : sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sistem kejadian jiwa di dalam jiwa manusia.
  • epifenomenalisme : melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi saraf.
Badan Manusia
- Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia.
- Pandanga tradisional badan = kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerak badan bersifat mekanistik.
- Hakikat badan terletak pada aktivitas yang terjadi dalam badan

Jiwa Manusia
- Pandangan tradisional jiwa = makhluk halus, tidak bisa ditangkap indera.
- Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia.
- James Pratt, empat hal kemampuan dasar jiwa :
  • menghasilkan kualitas penginderaan
  • mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
  • mampu memberi tanggapan pada hasil penginderaan
  • memberi tanggapan pada proses dalam pikiran dan kebaikan
- Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa.


Sumber : Catatan saya sendiri yang diambil dari PPT KBK Filsafat Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Berkaitan dengan materi ini, kami disuruh membuat sebuah dialog antara jiwa dan raga. Berikut ini adalah dialognya.

Dialog Jiwa dan Raga

Pada suatu hari jiwa dan raga bertemu lalu mereka berbincang-bincang....

Jiwa : Hai Raga, apaka kabar mu ?
Raga : Aku merasa kurang baik
Jiwa : Kenapa begitu ?
Raga : karena tubuhku dipaksa untuk melakukan aktivitas yang berlebihan sampai-sampai aku kurang istirahat. Bagaimana denganmu Jiwa ?
Jiwa : aku juga merasakan hal yang sama dengan mu.
Raga : Kenapa demikian ?
Jiwa : karena akupun butuh istirahat, walau aku ini  tidak berbentuk, namun aku juga dapat merasakan lelah sama seperti dirimu raga. Entah kenapa sekarang aku ingin berpisah denganmu
Raga : aku hanya ingin memberi tahu satu hal kepadamu kalau kita itu bagaikan perangko dan lem tidak dapat dpisahkan,keculali kita dipisahkan oeh Yang Maha Kuasa karena kita diciptakan untuk selalu bersama. Apa yang kamu rasakan aku juga merasakannya.

Pertemuan 6

Holaaa !!!!!!!!!!

Hari selasa, 23 September 2014 adalah pertemuan ke enam untuk blok filsafat yang sekaligus pertemuan terakhir sebelum ujian tengah seemester blok filsafat. Pada Pertemuan kali ini membahas tentang etika dan moral dalam praktek serta filsafat manusia. Etika dan moral dalam praktek ini, kami diberikan beberapa video dan kami harus mencari dan mempelajari kasus apa yang terjadi di dalam video tersebut serta hal apa saja yang terkait di dalamnya. 
Untuk etika dan moral saya akan share tugas yang diberikan untuk kelompok kami di "Update-an Kelompok" karena di situ saya sediakan khusus untuk membagikan tugas yang diberikan kepada kelompok kami. Yang akan saya bagikan di post-an saya yang ini adalah tentang filsafat manusia


Filsafat Manusia


Apa itu filsafat ?
Filsafat : philein (mencintai); sophia (kebijaksanaan). Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
·         Mengkaji segala hal secara kritis
·         Menggunakan metode dialektis
·         Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
·         Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
·         Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

Jadi
·         Filsafat sebagai hasil perenungan
·         Filsafat sebagai kritik
·         Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab


Filsafat Manusia
Ø  Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
Ø  Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life),  dan realitas eksistensi manusia
Ø  Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
Ø  Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Istilah yang Terkait dengan Filsafat Manusia
}  Dulu:
·           Psikologi filosofis
·           Psikologi rasional
}  Sekarang:
·         Filsafat manusia
·         Antropologi filofis

Manfaat Mempelajari Filsafat Manusia
}  Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”
}  Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.


Masih Perlu dan masih mungkinkah berfilsafat manusia ?
·         Tentu saja masih. Pandangan yang bertentangan antar filsuf dapat diatasi dan diperdamaikan. “kesalahan” para filsuf dapat dikoreksi lagi. Sangat disayangkan bila tidak mendalami aliran filosofis yang mendalam dari para filsuf, antara lain : Plato, Aristoteles,Merleau-Ponty, Paul Ricoeur, Martin Heidegger, Soren Kierkegaard, Emmanuel Levinas, Gabriel Marcel, Jacques Lacan, Jacques Derrida dll.
·         Konsepsi mereka begitu mendalam dan holistic.

Apakah Filsafat manusia relevant ?
       Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal
       Alasan:
1.       Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
2.       Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
3.       Sebagai konsekuensi no.2 di atas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich Fromm dan E. Levinas

Metode Filsafat Manusia

¡  Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya
¡  Yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa
¡  Juga: ekstensif, intensif dan kritis

Objek Filsafat Manusia
¡  Objek material: manusia
¡  Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
¡  Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

Pertanyaan yang hendak dijawab dalam filsafat manusia
Ø  Apakah manusia itu?
Ø  Siapakah manusia itu?
Ø  Apakah makna eksistensi manusia?
Ø  Apakah artinya manusia dan bagaimana masa depan manusia?

Max Scheler dan Heidegger berkata :
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.”


Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia?
·         Kekaguman
·         Ketakjuban
·         Frustrasi
·         Delusi
·         Pengalaman negative

Hal-hal yang dibahas dalam filsafat manusia
§  Mencari kekhasan manusia
§  Manusia sebagai “ada-di-dunia”
§  Evolusi
§  Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
§  Manusia sebagai eksistensi bertubuh
§  Transendensi
§  Manusia sebagai roh
§  Pengetahuan manusia
§  Kebebasan
§  Kesejarahan/historisitas
§  kebudayaan, sains dan teknologi
§  Dimensi antropologis dari pekerjaan
§  Manusia sebagai pribadi/persona
§  Kematian dan harapan

Sekian yang dapat saya bagikan :) Semoga bermanfaat yahhh Guys !!! thankyouu :) ditunggu commentnya hahhaa

Sumber : PPT KBK Filsafat Fakultas Psikologi 2014 Universitas Tarumanagara