Song

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 5

Haii semuaaa !!!!
hari ini, Senin 22 September 2014 menjadi pertemua kelima bagi saya dalam KBK filsafat. Materi ini cukup mebingungkan saya karena contoh-contoh yang diterapkan juga lumayan memutar otak. Seperti kelas-kelas sebelumnya selalu ada antusias dari teman-teman mahasiswa dalam memjawab pertanyaa,memberika contoh, dan memberikan penjelasan serta pendapat.
btw,langsung saja dengan pembahasannya hehehe

Kesesatan Pemikiran (Fallacia)



Kata fallacia memiliki arti yaitu kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kelasahan atas kesimpulan karena penalaranyang tidak sehat. Fallacia diklasifikasikan dalam dua jenis kesesatan yaitu :

  • Kesesatan Formal : pelanggaran terhadap kaidah logika
  • Kesesatan Informal : menyangkur kesesatan dalam bahasa
Macam-Macam Fallacia
  • amfibioli : sesat karena struktur kalimat bercabang.
  • kesesatan aksen/prosodi : sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
  • kesesatan bentuk pembicaraan : sesat karena menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
  • kesesatan aksiden : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki
  • kesesatan karena alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tidak relevan. 
Kesesatan Presumsi
  • generalisasi tergesa-gesa
  • non sequitur (belum tentu)
  • analogi palsu
  • penalaran melingkar (petitio principii)
  • deduksi cacat
  • pikiran simplitis
Menghindari Persoalan
  • argumentum ad hominem
  • argumentum ad populum
  • argumentum ad misericordiam
  • argumentum ad baculum
  • argumentum ad auctoritatem
  • argumentum ad ignrantiam
  • argumen untuk keuntungan seseorang
  • non causa pro causa
Kesesatan Retoris
  • Eufemisme/disfemisme
  • penjelasan retorik
  • stereotipe
  • innuendo
  • loading question
  • weaseler
  • downplay
  • lelucon/sindiran
  • hiperbola
  • pengadaian bukti
  • dilema semu
Silogisme



Silogisme adalah suatu simpulan di mana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru. Prinsip silogisme adalah bila premisnya benar, maka kesimpulannya benar. Ada dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

1. Silogisme Kategoris
Silogisme Kategoris adalah silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris.
contoh :
P1 : menolong adalah perbuatan baik
P2 : perbuatan baik itu terpuji
K : Jadi, perbuatan baik itu terpuji

2. Silogisme Kategoris
- silogisme kategoris tunggal : mempunyai dua premis,terdiri dari 3 term, yaitu P,M,S. Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal :

* M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan : premis minor harus sebagai penegasan, sedang premis mayor bersifat umum. Contoh :

M-P setiap manusia butuh makan
S-M Jimmy adalah manusia
S-P jadi, Jimmy butuh makan

* M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan: salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum. Contoh :

P-M gelang itu dipakai di tangan
S-M anting itu bukan dipakai di tangan
S-P gelang itu bukan anting

*M menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan  dan simpulannya bersifat partikular. Contoh :

M-P Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar 
M-S Ada mahasiswa yang orang bodoh 
S-P Jadi, sebagian orang bodoh itu orang dengan tugas belajar 

*M adalah P dalam premis mayor dan S dlm premis minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan, sedangkan  Simpulan bersifat partikular. Contoh :

P-M KFC itu junkfood
M-S semua makanan junkfood tidak baik untuk kesehatan
S-P jadi,sebagian yang tidak baik untuk kesehatan adalah KFC

Silogisme Kategoris Majemuk

Silogisme kategoris majemuk adalah betuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap dan lebih dari tiga premis. Jenis-jenis silogisme kategoris majemuk :


Epicherema : silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan. Contoh :

P1: Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, krn sukar pembuatannya
P2 : Arloji Mido itu adalah arloji baik, krn selalu tepat dan awet
K: Jadi, arloji Mido adalah arloji mahal.

Entymema :silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yg disingkat. Contoh :

- Versi singkat : Anton adalah manusia yang akan mati
-Versi lengkap :
P1 : Manusia akan mati
P2 : Anton adalah manusia
K :  jadi, Anton akan mati

Polisilogisme : deretan silogisme di mana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya. Contoh :

P1 : Orang yang ingin terlihat baik adalah orang yang ambisius
P2 : Seseorang yanng selalu ingin sempurna adalah orang yang ingin terligat baik
K : Seseorang yang selalu ingin sempurna adalah orang yang ambisius

Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua. Contoh :

P1 : Orang yang tidak mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang.
P2 : Orang yang menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya
P3 : Org yg banyak sekali kebutuhannya, tdk tenteram hatinya
K : Jadi org yg tdk mengendalikan keinginannya, tdk tenteram hatinnya.


Hukum Silogisme Kategoris



  • Silogisme tidak boleh mengandung lebih dari tiga term ( S,M,P )
  • M tidak boleh masuk dalam kesimpulan karena M berfungsi mengadakan perbandingan dengan term.
  • Term P dan S dalam simpulan tidak boleh lebih luas dari premis-premisnya.

Etika dan Moral 



Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti watak. Sedangkan, moral bersal dari kata latin yaitu "mos" (tunggal) dan "moris" (jamak) yang artinya kebiasaan. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu. Etika berperan untuk menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas,tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas tetapi karena orang itu sadar bahwa hal itu memang baik baginya. Etika juga membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Etika ada dua macam,yaitu :
  • Etika Perangai : Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu,pada waktu tertentu pula. Contoh : pakaian adat dan upacara adat.
  • Etika moral : berkenan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh : berkata dan berbuat jujur

Arti Etika
  • Etika sebagai ilmu : ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
  • Etika sebagai kode etik : kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan akhlak.
  • Etika sebagai sistem nilai : nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.

Objek Etika
  • Objek material : tingkah laku atau perbuatan manusia
  • Objek formal : kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.
Etika sebagai Cabang Filsafat
  • etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral atau menerjemahkan berbagai nilai ke dalam norma-norma lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
  • sebagai ilmu etika mencari kebenaran
  • sebagai filsafat etika mencari keterangan yang sedalam-dalamnya
  • sebagai tugas etika mencari ukuran tentang baik-buruknya tingkah laku
Berdasarkan Kajian Ilmu 
  1. Etika normatif : mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk mendapat norma yang ada untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
  2. Etika fenomenalogis : mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti sura hari, kebebasan dan tanggung jawab.
Sistematika Etika
De Vos (1987)
ETIKA:
•Etika Deskriptif
  1. Sejarah Kesusilaan
  2. Fenomenologi Kesusilaan
•Etika Normatif
K. Bertens (1993):
ETIKA:
•Etika Deskriptif
•Etika Normatif
  1. Etika Umum
  2. Etika Khusus
•Metaetika
ETIKA:
•Etika Umum
•Etika Khusus :
  - Etika Individividual
  - Etika Sosial:  - Sikap terhadap sesama
         - Etika keluarga
         - Etika profesi: 
             -biomedis
            - bisnis
            - hukum
            - ilmu pengetahuan
            - dll
        - Etika politik
        - Etika lingkungan hidup
        - Kritik ideologi-ideologi

Etika Umum
Berbicara tentang kondisi-kondisi dasar, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruk suatu tindakan.

Etika Khusus
Merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika khusus dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu :
  • etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendiri.
  • etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap, dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Etika Deskriptif
Etika ini membahas tentang apa yang dipandang, melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, dan mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan budaya atau subkultur, atau dalam suatu periode sejarah.

- Sejarah Kesusilaan : kesusilaan timbul bila orang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.
- Fenomenologi Kesusilaan : etika fenomenologi tidak menilai atau membuktikan sifat kesadaran moral, tetapi hanya menjelaskan, menunjukkan adanya unsur-unsur itu dalam kesadaran moral.Fenomenologi kesusilaan mencari makna kesusilaan dari gejala-gejala kesusilaan; artinya, ilmu pengetahuan ini melukiskan kesusilaan sebagaimana adanya, mempertanyakan apakah yang merupakan hakikat kesusilaan.Ciri pokok fenomenologi adalah menghindarkan pemberian tanggapan mengenai kebenaran.

Etika Normatif
Etika ini berbicara tentang berbagai norma yang menuntun tingkah laku manusia serta memberikan penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaiman seharusnya berdasarkan norma-norma. Etika normatif itu tidak deskriptif,tetapi preskriptif (memerintahkan).

Metaetika
Metaetika berhubungan dengan bahasa. Metaetika ini diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukan moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.

Tujuan mempelajari etika adalah untuk menyamakan presepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu,serta sebagai ilmu bersifat kritis dan metodis.

Berdasarkan Kajian Ilmu
  1. Etika normatif : mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Etika fenomenalogis : mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral.

Aliran dalam Etika

Eudemonisme : menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik
Hedonisme : kenikmatan atau yang menyenangkan
Egoisme : kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang dan bukan kebaikan orang lain.
Utilitarianisme : menggunakan sesuatu yang berguna.
Deontologisme : didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip moral.
Deontologisme Etis : tindakan diangggap baik tanpa disangkutkan dengan nilai kebaikan suatu hal
Etika situasi : kebenaran suatu tindakan titemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana situasi itu mempengarugi kesadaran individual. 
Etika Profesi
Etika profesi adalah etika sosial yang menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut. 

Ciri-ciri etika profesi :

  • adanya ppengetahuan khusus
  • adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi
  • mengabdi pada kepentingan maskyarakat
  • ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi
  • menjadi anggota dari suatu profesi.
Prinsip-prinsip Etika Profesi :

1. Tanggung jawab
  • terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan hasilnya
  • terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang pada umumnya
2. Keadilan
    Menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apayang menjadi haknya.

3. Otonomi
    Menuntut agar setiao kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Kode Etik
Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Tujuan kode etik, yaitu :

1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Moral
Moral secara umum adalah norma untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah. Moral dibagi menjadi dua, yaitu filosofis dan teologis.
  • Moral filosofis : didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan
  • Moral teologis : didasarkan pada kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama yang bersangkutan.

Amoral dan imoral

Amoral
- tidak berhubungan dengan konteks moral
- di luar suasana etis
- non-moral

Immoral
- bertentangan dengan moralitas yang baik
- secara moral buruk
- tidak etis

Perbedaan Etika dan Etiket

Etika :
1. Menetapkan norma perbuatan,
    apakah boleh dilakukan atau
    tidak, misal: masuk rumah orang
    lain tanpa izin.
2. Berlaku tidak bergantung pada 
    ada tidaknya orang lain, misal
    larangan  mencuri selalu berlaku, 
    baik ada atau tidak orang lain.
3. Bersifat absolut, tidak dapat
    ditawar-tawar, misal: jangan
    mencuri, jangan membunuh
4. Memandang manusia dari segi
   dalam <batiniah>

Etiket
1. Menetapkan cara melakukan
    perbuatan, menunjukkan cara
    yang tepat, baik, dan benar
    sesuai dengan yang diharapkan
2. Berlaku hanya dalam pergaulan,
    jika tidak ada orang lain etiket
    tidak berlaku.
3. Bersifat relatif, dianggap tidak
    sopan dalam suatu kebudayaan
    dapat dianggap sopan dalam
    kebudayaan lain.
4. Memandang manusia dari segi
    luar <lahiriah>

Perbedaan Etika dan Hukum
•Hukum lebih dikodifikasi daripada etika; etika tidak dikodifikasi.
•Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja; etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
•Sanksi yang berkaitan dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan etika (sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan).
•Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara; etika melebihi para individu dan masyarakat.
•Jika hukum memberikan putusan hukumnya perbuatan, etika memberikan penilaian baik buruknya.
•Etika ditujukan kepada manusia sebagai individu; hukum ditujukan kepada manusia sebagai makhluk sosial.

Perbedaan Etika dan Agama
Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.


Enjoy yah guys !! ditunggu commentnya hahahaha

sumber : PPT KBK Filsafat Universitas Tarumanagara

Update-an Kelompok

Hai Guys !!!

Di Posting-an yang 1 ini saya akan membagikann kegiatan apa saya yang kelompok saya lakukan dan tugas apa saja yang telah kami kerjakan hehehehe Sebelum saya akan membagikan tugas-tugas dan kegiatann dari kelompok kami, saya akan memperkenalkan anggota kelompok saya terlebih dahulu yahhh :)


Dimulai dari yang kiri ada Cherry, disusul denga Cynthia, Sadhrina, saya sendiri (Meylissa), Marsella, Hendi, dan Alam. Kami berjumlahkan 7 orang yang terdiri dari 5 orang perempuan dan 2 laki-laki.













Dimulai dengan tugas Mind Map pada pertemuan pertama KBK Filsafat
Mind Map ini berisi tentang sejaraf filsafat. Awalnya kami belum tahu konsep apa yang akan kami pakai dalam mind map ini, akhirnya kami memutuskan menggunakan konsep pohon. Saya pribadi merasa puas dengan hasil akhir mind map yg telah kami buat ini karena mendapat nilai yang bagus juga untuk kelompok kami.










Tugas yang kedua Yang telah kami buat bersama adalah tentang materi logika. Dalam tugas ini kami disuruh membawa sebuah koran dan memcari beberapa materi yang berhungan dengan logika. Seperti yang bisa dilihat dari foto yang disamping ini. Ini adalah hasil jadi dari tugas yang kami kerjakan pada hari ini. Dibandingkan dengan tugas yang sebelumnya tugas kali ini lebih simple konsepnya,tapi gapapa yang penting isinya hahahahha






Tugas kelompok kami yang berikutnya diberika adalah sebagai berikut.


Ini adalah tugas yang diberikan mengenai Fallacia (kesesatan pikiran). Beberapa jenis fallacia beserta contohnya.
















Tugas yang lainnya menyangkut dengan etika dan moral.
1. Menganalisis etika dan moral melalui video dan menulisnya di kertas apa saja yang ada di dalam video itu.















Foto-foto dibawah ini ada contoh etika dan moral yang terjadi di dalam lingkungan kampus. Masih banyak mahasiswa yang belum menerapkan etika dan moral di dalam kehidupan mereka. Mereka masih megabaikan moral yang ada di dalam masyarakat. Ada juga yang sudah menerapkannya di dalam kehidupan mereka sehari-hari.









Minggu, 21 September 2014

Pertemuan 4 (kuliah pengganti)

Hallo !!!!
Seperti yang sudah saya bilang di Postingan saya sebelumnya bahwa pada hari jumat,19 September itu ada kelas pengganti. Di postingan saya yang ini saya akan membagikan materi apa yang saya dapatkan saat kelas pengganti. Tapi sebelum itu,saya akan meceritakan suasana yang berlangsung pada saat kelas pengganti berjalan.
Selama kelas pengganti tidak hanya materi saja yang disampaikan akan tetapi ada beberapa game yang diselipkan agar mahasiswanya tidak bosan dan mengantuk, serta ada sesi dimana kita diminta untuk menulis sesuatu yang menurut saya itu menjadi bagian dari hidup pribadi tiap orang. Materi yang disampaikan pada saat kelas pengganti adalah materi yang sangat banyak.

Logika

Logika bersasal dari bahasa Yunani, yaitu logikos (sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa). Pertama kali istilah itu digunakan oleh Zeno dari Citium 9334-262 SM). Logika merupakan cabang filsafat yang mempelajari,menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.

Objek Logika

  • material : manusia itu sendiri
  • formal : kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
Manfaat Belajar logika
  1. membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, dan metodis
  2. kemampuan meningkatkan kemampuan benalar zecara abstrak
  3. mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
  4. menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kekeliruan dan kesesatan dalam menarik kesimpulan.
Macam-Macam Logika :
  • Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
  • logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehinggal dapat menghindari kekesatan.
Logika formal (logika miror)
Logika formal berbicara tentang kebenaran bentuk. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bektu, bila konklusinya ditarik secara logis dari premis atau titik pangkalmya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumen tersebut. Yang harus diperhatikan adalah penyusunan pernyataan-pernyataan yang menjadi premis atau dasar pennyimpulan.


Logika Material atau Isi (logika mayor)
Logika material membahas tentang kebenaran isi. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi bila pernyataan-pernyataan yang membentuk sesuai dengan kenyataan.

Logika (Critical Thinking)
Berpikir kritis adalah merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman tentang sesuatu. Pemeriksaan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu persfektif baru.

Karakterisrik Berpikir Kritis

  1. Rasional,Reasonable,Refleksi : berdasarkan asalan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. 
  2. Melibatkan Skeptiscm yang sehat dan konstruktif : tidak menerima atau menolak ide dan menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalkannya, mengikuti yang yang masuk akal, dan memperbaiki yang tidak masuk akal.
  3. Otonomi : tidak mudah dimanupulasi, berpikir dengan pikiran sendiri
  4. Kreatif : menciptakan ide yang orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
  5. Adil : tidak berpihak
  6. Dapat dipercaya dan dilakukan : memutuskan tindakan yang dilakukan, membuat observasi yang dapat dipercaya,mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntunan dan tindakan.
Pemikiran Kritis di Psikologi akan mempraktekkan Keterampilan Kognitif dalam :
  • Analisa
  • Aplikasi Standar
  • Diskriminasi
  • Pencarian Informasi
  • Pembuatan alasan logis
  • Prediksi
  • Transformasi pengetahuan
5 Model Berpikir Kritis 
T : Total Recall
H : Habits
I : Inqurity
N : New ideas and Creativity
K : Knowing how you think

Logika Deduktif dan Induktif

Logika Induktif
Logika induktif adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak belakang degan sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu. Berdasarkan fakta dapat dirumuskan kesimpulan umum. Namun, kesimpulan umum harus dianggap sebagai bersifat sementara karena ciri dasar induktif selalu tidak lengkap. Argumentasi dalam penalaran induktif tidak dinilai sebagai sahih/valid atau invalid, tapi berdasarkan probabilitas.

Cara penalaran Induktif
Proses induksi mulai berdasar kejadian-kejadian atau gejalala partikular. Tiga ciri penalaran induktif :
  1. Premis penal induktif : proposisi empiris yang ditangkap indera
  2. Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
  3. Meski kesimpulan tidak mengikat, tapi manusia menerimanya.
Ciri Penalaran Induksi 
  1. premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera. Indera menangkap dan akal menerima.
  2. kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya.
  3. meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat, tetapi manusia yang normal akan menerimanya, kecuali apabila ada alasan untuk menolaknya. Jadi, dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Generalisasi Induktif
Generalisasi induktif adalah proses berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan tentang semua. Prinsip generalisasi induktif yaitu apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu dapat diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi. Beberapa syarat membuat generalisasi :
  1. tidak terbatas secara numerik,tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
  2. tidak terbatas secara spasio temporal, harus berlaku di mana saja
  3. dapat dijadikan dasar pengadaian.
Analogi Induktif
Analogi induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yang lain yang punya sifat esensial yang sama. Analogi induktif berbicara tentang dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan. Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu, persamaan dan perbedaan.
Prinsip dasar prnalaran analogi induktif adalah "karena hal d analog dengan a, b, c, maka apa yang berlaku bai a, b, dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d".
Bedanya dengan generelisasi yaitu di mana konklusinya berupa proposi universal,sedangkan penalaran induksi konklusinya lebih luas daripada premis-premisnya.

Faktor Probabilitas
Tinggi rendahnya probabilitas induksi dipengaruhi oleh :
  • faktor fakta
  • faktor analogi
  • faktor disanalogi
  • faktor luas konklusi
Kesesatan Generalisasi/Analogi
Selain faktor-faktor objektif,tinggi rendahnya pbobabilitas suatu penalaran juga dipengaruhi faktor-faktor subjektif. Faktor subjektif biasanya muncul dalam penalaran seseorang yang keberadaanya tidak disadari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu :
  • tergesa-gesa
  • ceroboh
  • prasangka

Hubungan Sebab-Akibat
Hubungan sebab-alibat antara peristiwa-peristiwa dapat terjadi dalam tiga pola,yaitu
  1. pola dari sebab ke akibat
  2. pola dari akibat ke sebab
  3. pola dari akat ke akibat
Logika Deduktif
Deduktif merupakan suatu proses tertentu dalam proses itu akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih 'khusus' dari pengetahuan yang lebih 'umum'.Penalaran deduktif selalu diungkapkan salam bentuk silogisme. Silogisme meruupakan suatu jenis penarikan kesimpulan yang didasarkan pada premis-premis yang sudah diketahhui. Maksud dari premis-premis itu untuk memberikan bukti bahwa kesimpulan itu benar.
Premis-premis daru suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan. Argumentasi deduktif dinilai lebih berdasarkan vaid atau tidak valid.

Apa yang dimaksud dengan kebenaran premis ?

Premis dianggap 'benar' apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya, premis dianggap salah jika tidak sesuai dengan realitas.

Ciri-ciri Silogisme
  1. semua pernyataannya adalah proposisi kategoris
  2. terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan
  3. dua premis dan satu kesimpulan secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing term tampak dalam dua dari tiga proposisi.

Induksi dan deduksi selalu berdampingan, keduanya selalu bersama-sama dan saling memuat. Persamaan induksi dan deduksi adalah argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung kesimpulan. Sedangkan, perbedaannya adalah penalaran induksi yang tepat akan punya premis-premis benat tetapi kesimpulan salah,karena argumentasi penalaran induksi tidak membuktikan kesimpulan benar.Hal ini disebabkan oleh arguemtasi-argumentasi dalam penalaran induksi yang tidak membuktikan bahwa kesimpulan itu benar. Premis hanya menetapkan kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebsb premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.



sumber : PPT KBK Filsafat Universitas Tarumanagara


Pertemuan 4

Filsafat 4

Jumat,19 September 2014 menjadi pertemuan keempat untuk KBK Filsafat. Hari jumat itu menjadi hari yang sangat berat, karena ada kelas pengganti. Yang seharusnya kelas hanya sampai dengan jam dua belas siangtapi pada hari jumat kelas sampai jam lima sore. Karena ada dosen yang berhalangan hadir pada minggu depan jadi diadakan kelas pengganti. Pertemuan kali membahas begitu banyak materi. Postingan saya yang ini saya akan membahas materi sebelum kelas pengganti. Pada sesi 1, kelas dibagi menjadi dua bagian yaitu kelas A dan B, serta kelas C dan D. Tujuan dibagi dua seperti itu sebenarnya hanya untuk mempermudah untuk melakukan games dan menghemat waktu. Masing-masing dari kelompok itu harus membuat liel-liel dan memperagakan suatu gerakan yang terdiri dari dua kata dan nanti kelompok yang lain akan menebak jawabannya.
Saya akan membaha materi filsafat tentang Subjektivisme dan Objektivisme serta Substansis Filsafat Ilmu : Konfirmasi, Inferensi, dan Konstruksi Teori

Subjektivisme dan Objektivisme

Subjektivisme

Subjektivisme merupakan pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh masyarakat. Pandangan ini didukung oleh beberapa tokoh dan kaum,yaitu :

1. Rene Descartes
"cogito ergo sum cogitans" (saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir) itu adalah kalimat yang menjadi ciri khas Descartes. Descartes adalah tokoh yang menolak skeptisme dan dia adalah seorang rasionalis (yang menggunakan pikiran sebagai sumber utama tentang kebenaran pengetahuan). Menurutnya kebenaran bukan karena indera yang dapat diandalkan, tetapi karena keyakian Tuhan yang menciptakan indera pada manusia yang tidak mungkin menipu. Kenyataan bukti keyakinan akan adanya dunia luar atau "yang bukan aku" kurang meyakinkan dibandingkan bukti yang tersedia bagi adanya subjek atau "aku". Keberadaan sesuatu di luar atau "yang bukan aku" hanya dapat disimpulkan secara tidak langsung dari kebenaran dan pengetahuan mengenai diri sendiri. Kesadaran diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar.

2. Realisme Epistemologis 
Kaum ini berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya.

3.Idealisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahii berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subjektif murni.

Banyak filsuf sesudah Descartes mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita.

Ciri-ciri subjektivisme

- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus.
- Pengalaman subjektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
- Prinsip subjektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal,benar secara pasti dan     meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari subjek.


Objektivisme

Objektivisme merupakan pandangan bahwa objek yang dipresepsikan melalui perantara indera itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Objektivisme dapat diartikan juga sebagai pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu yang dipahami adalah tidak tergantung pada orang yang memahami. Ada 3 pandangan dasar objektivisme,yaitu :

1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif.
2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual.
3. Kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.

Objek itu bersifat "umum" dalam arti bahwa objek yang sama dipresepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas,dan objek itu bersifat permanen baik untuk dipresepsikan ataupun tidak. Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :

a. Objek harus sesuai dengan jenis indera kita.
b. Organ indera harus normal dan sehat.
c. Karena objek yang ditangkap melalui medum,maka medium itu harus ada.

Objek dibagi menjadi dua tipe yaitu, khusus dan umum.

- Objek khusus merupakan daya yang ditangkap hanya oleh sati indera. Misalnya warna, suara, atau bau.
- Objek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba oleh indera lainnya.


Subtansi Filsafat Ilmu : Konfirmasi, Inferensi dan, Konstruksi Teori

Konfirmasi

berasal dari kata confirmation (inggris) yaitu penegasan atau memperkuat. Konfirmasi berhubungan dengan filsafat ilmu,maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan atau fakta. Ada dua aspek konfirmasi, yaitu:

- Konfirmasi Kuantitatif : untuk memastikan kebenaran,ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif
-Konfirmasi Kualitatif : untuk menunjukan kebenaran.Karena konfirmasi kuantitatif tidak bisa dilaksanakan,maka harus menjalankan konfirmasi ini.

Konfirmasi berupaya untuk mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.

Konfirmasi diabgi menjadi 3 jenis,yaitu :
1. decision theory
Kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
2. estimation theory 
Menetapkam kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas.
3. reliability theory 
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis.

Inferensi

Inferensi diartikan sebagai suatun proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Inferansi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Dalam logika, proses penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan dua cara,yaiutu deduktif dan induktif.

1. Inferensi Deduktif
Inferensi deduktif dibagi menjadi dua jenis yaitu langsung dan tidak langsung. 

  • Inferensi langsung adalah oenarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis. Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan. Kesimpulan yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
  • Inferensi tidak langsung (silogistik) adalah penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis. Konklusi tidak lebih umum daripada premis-premisnya. Premis-Premis merupakan proposisi yang diguakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens,sedangkan proposis yang digunakan menjadi konklusi disebut konsekuens.Predikat konklusi disebut term mayor dan subjeknya disebut term minor.
Hukum Inferensi :
  1. kalau premis-premis benar,maka kesimpulan benar.
  2. kalau premis-premis salah, maka kesimpulan bisa salah atau kebetulan benar.
  3. bila kesimpulan salah, premisnya juga salah.
  4. bila kesimpulan benar, maka premisnya bisa benar dan bisa juga salah.
Konstruksi teori

Kata teori berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau sosial tertentu. Teori dapat dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Arti teori dibagi menjadi dua kutu, yaitu :
- kutub 1 : Teori sebagai hukum eksperimental.
- kutub 2 : teori sebagai hukum yang berkualitas normal.

Periode Perkembangan ilmu Pengetahuan

  1. Animisme : fase percaya pada mitos
  2. ilmu empiris : tolak ukur ilmu paling sederhana adalah (a) pengalaman, (b) klasifikasi, (c) penemuan hubungan-hubungan, (d) perkiraan kebenaran.
  3. ilmu teoritis : gejala yang ditimbulkan dan ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.
3 Model Konstruksi teori
  • Korespondensi : kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansi dengan yang lain
  • koherensi : sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran objektif dan kebenaran moral/nilai.
  • paradigmatis : konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam,menyederhanakan yang kompleks.
Aliran dalam Konstruksi Teori
  • reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung
  • instrumentalisme : teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
  • realisme : teori dianggap benar bila real secara subtantif ada bukan fiktif.


Untuk materi kelas pengganti akan saya bagikan pada postingan saya yang berikutnya yah... ditunggu sajaa :)

sumber : PPT KBK Filsafat Universitas Tarumanagara